~Tak Tersentuh~

Terlihat namun tak tersentuh
Sambil menunggu jawaban,
Ketika gula sudah
Terlanjur bercampur
Kedalam dua cangkir.
Kopi panas malam itu,

Tidak ada lagi
Yang dapat kuhirup
Dan hembuskan
Karena kabarnya pun
Mentah kudapatkan,
Sampai degup jantung ini
Tak lagi senada.

Dengan hembusan nafasmu,
Meringkuk tertusuk dingin
Karena hati
Semakin terkontaminasi
Oleh cerita tentang mata
Yang sulit terpejam.

Tergeletak,
Membuka bahu dan lengan
Namun…
Tidak berarti memasung fikiran…

Kabut turun
Dari lereng-lereng
Bukit kerinduan…
Lalu berkelana
Demi mencari berita,
Sampai diantara
Riak-riak pelangi,

Mentari mulai mencair….
Angin telah membeku….
Desahan tak lagi terdengar,
Sampai akhirnya aku yang akan menghilang,

Demi waktu…
Yang kuhabiskan
Tanpa sia-sia,
Demi genggaman
Yang mungkin
Memang telah terlepas…
Demi semua ini,

Bacalah…!!
Andai kau merasakan
Apa yang aku rasakan,
Tetaplah tegar,
Tetaplah bersamaku….
Jangan terpejam.

Terbungkus rapi,
Namun tersirat dahan itu
Masih tertunduk ke arahku
Lalu tercium aroma
Yang sangat aku kenal,
Walau tercemar warna kelabu
Dan hitam dini hari itu,
Namun aku yakin
Kamu tahu maksud tulisanku…,

Tentang semua ini…
Lalu tentang cerita
Betapa sunyi telah menyayat
Ada dinding bayangan maya’ku,
Namun jangan diratapi,

Sungguh…
Selembar daun itu lebih kuat
Dari apa yang kita bayangkan,
Mungkin sudah suratan
Burung-burung terbang ke utara,
Demi manangkis kutukan
Dari sang peri pagi hari.

Maafkan bila duri-duri mawarku
Telah robek telapak tanganmu
Lalu terkoyak,
Lupakan mengapa riwayat berakhir,
Namun jangan abaikan lentera
Yang selalu tepati janjinya
Pada setiap senja itu,

Tiga jam menunggu
Kisah tragis
Demi membuktikan,
Tak selamanya
Ribuan bintang berkedip
Lalu berpijar…..

Aku,,,
Seperti menatap
Dari ketinggian,
Seperti saat bumi
Berhenti berguncang
Dan seperti terbangun
Dari mimpi yang panjang,
Seperti itulah…
Yang disampaikan embun
Yang menetes
Tanpa buktikan apa-apa,…

Bagaimana dengan janji esok hari…?

Mungkin hanya akan ada kegilaan,
Atau mungkin memang sudah dilupakan.

Biarkan,
Biar waktu yang menjawab,
Mengapa terlalu dalam
Guratan-guratan ini terukir…

~Tak tersentuh~
~The Sound Of My Heart~

Wallahul Musta’aan
Salam santun ukhuwah fillah…^_^

Rita Al-Khansa

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s