~ Belajar Hidup Dari BAN ~


Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh… Bismillahirrahmanirrahim…. 

Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka.

Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya?..” tanya sang anak dengan penasaran.

Sang ayah tersenyum, “Sini, nak, kau lihat dan perhatikan. Ada enam hal tentang ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita,” katanya sambil menyuruh sang anak duduk di dekatnya.

Belajar dari ban?..” Mata sang anak membelalak.
Lebih pintar mana ban ini daripada bu guru di sekolah?..” tanya sang anak kemudian.

Sang ayah tertawa, “Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya.” Jawab sang ayah, kemudian sang ayah pun melanjutkan kalimatnya…

“#Pertama, ban selalu konsisten bentuknya. Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu. Ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat.

Si anak mulai serius, “Benar juga ya, Yah. Terus yang kedua?..” tanyanya kemudian…

“#Kedua, ban selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. Ketika ada banjir, ban juga yang
harus mengalami langsung. Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya?..
” tanya sang ayah.

Aku tahu, pasti ban ya, Yah?..” jawab sang anak antusias.

Benar sekali. Yang #ketiga, ban selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. Coba kau ingat,” ujar sang ayah. Sang anak mengangguk.

Yang #keempat, ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. Ban selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun ta’at dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya?.. Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?..

Wow, benar juga Yah,” puji sang anak sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah.

Nah, sifat #kelima ban adalah, meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya.

Maksud ayah apa?..” tanya sang anak bingung.

Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?..” tanya sang ayah disambut anggukan sang anak.

Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?..” jawab sang anak.

Persis,” jawab sang ayah, lalu meneruskan kalimatnya.

Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dll. Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memuji ban. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau bannya kempes atau bocor.

Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku.

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas.

Yang #keenam tentang ban adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan.

Sang anak mengangguk-angguk. Sang ayah menuntaskan penjelasannya,,,

Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas,
banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, jangan sombong dan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak di manapun kau berada. Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita.

Masya Allah… Allahu Akbar… 

Wallahul muwafiq
Al afwu minkum… 

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawwab… 

Semoga dapat bermanfaat dan dapat memetik hikmah dari cerita diatas…^_^
Salam santun ukhuwah fillah… 

Rita AL-Khansa

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s