~ Untuk Kita Yang Dimanja Masalalu (Perjalanan Hijrahku)~


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…


Bismillahirrahmanirrahim…

#Sahabat fillah…
Semoga Allah Swt senantiasa menghembuskan hidayah-NYA dan mengampuni serangkaian kebodohan kita di masa lalu.

Setiap kita pasti mempunyai masalalu. Walau masa lalu itu dikemas dalam porsi yang berbeda. Ada yang indah, biasa, keruh atau gelap sama sekali. Bahkan Umar bin Khattab ra yang pernah di sanjung nabi, “Kalau ada nabi setelah ku maka pasti itu adalah Umar”.
Umar bin khattab ra pun pernah punya masa lalu gelap.

Khalid bin Walid yang sangat memusuhi islam, ketika Allah Swt curahkan hidayah kepadanya, ia menjadi panglima tangguh penegak Agama Islam, bahkan ia mendapat gelar “Pedang Allah yang terhunus”.

Demikian pula para sahabat mulia lainnya. Yang sangat membenci Islam dan berusaha membunuh Nabi Saw tapi setelah Allah Azza Wa Jalla membuka pintu hidayah, mereka menjadi generasi terbaik.

#Sahabat fillah…
Ketika kita telah menyadari bahwa semua yang berlalu telah menjadi kenangan usang yang tak dapat dirubah keadaannya, cukup dijadikan cermin dan pelajaran berharga untuk memperjuangkan kehidupan selanjutnya. Biarlah segenap masalalu dikemas dalam peti dan disimpan rapi, entah itu masalalu yang indah atau yang kelam sekalipun. Sebab masa depan lebih berhak untuk diingat dan diperjuangkan.

Hidayah yang datang merupakan tanda bahwa Allah Swt masih menyayangi kita. DIA lah yang Maha mengampuni, sebesar apapun dosa kita. Tak perduli seberapa jauh kita pernah lari dari-NYA, nyatanya DIA amat sangat dekat dari urat nadi kita.

Andai kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidup mu. Pasti hati mu akan meleleh karena cinta kepada-NYA.” (Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah)

#Sahabat fillah…

Rasulullah Saw
pernah bercerita tentang seseorang yang membunuh seratus nyawa. Dengan penyesalan dan taubat yang benar, orang itu mengakhiri hidupnya dengan akhir kehidupan yang baik (khusnul khotimah).

Memang tak ada seorang pun di dunia ini yang tak pernah melakukan kesalahan. Tapi tidak ada salahnya kalau kita berusaha untuk menghindar dari segala kesalahan.

Rasulullah Saw bersabda:
Semua anak keturunan Adam pasti melakukan kesalahan, namun sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Pintu taubat tidak ditutup sebelum nyawa sampai di kerongkongan.
Sesungguhnya Allah Swt menerima taubat hamba-NYA selama nyawa belum sampai ke tenggorokan.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Bersyukurlah wahai jiwa yang diberi kesempatan merasakan nikmatnya hidayah, satu nikmat yang begitu besar. Sebab tanpa adanya hidayah pada seorang mukmin, hidup tak akan terasa tenang dan bahagia. Cahaya hidayah itu bisa padam kembali jika tidak segera dijaga.

Penjagaan itu bisa dengan cara:

Perdalam ilmu Agama Islam.
Bisa dengan membaca buku, mengikuti kajian, bedah buku, seminar, dsb.

Lakukan ibadah sebaik-baiknya. Kemudian cobalah ibadah sunnah yang dekat dengan hati, misalnya membaca Al Qur’an satu halaman setiap hari atau mungkin puasa senin-kamis atau sholat sunnah rawatib atau dhuha.

Carilah nuansa teman yang religius.
Selain akan menjaga hidayah di hati dan mengingatkan untuk selalu berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan yang menimbulkan dosa, berteman dengan orang shalih dapat menambah keilmuan. Dengan mengadakan diskusi rutin umpamanya.

Jauhi lingkungan dan mengubur segala hal yang dapat membangkitkan masa lalu yang kurang baik.

Banyak lah berdoa agar ditetapkan dijalan Islam dan hidayah ini tidak di cabut kembali.

#Sahabat fillah…
Yuukk kita sama-sama berdoa semoga Allah Swt tetap menjaga keimanan kita dan memelihara kita dari godaan syetan yang menjerumuskan. Selamat berjuang dalam keistiqomahan. Semoga kita menutup lembar kehidupan dengan keadaan yang baik (khusnul khotimah). Aamiin yaa Rabbal’alamin…

Wallahul muwafiq
Al afwu minkum…

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawab…

Semoga dapat bermanfaat…^_^
Salam santun ukhuwah fillah…

Rita Al-Khansa

(Jazaakillahu khayran ukhty Restiani ALFIYAH Azhaar)

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s