~Jangan Putus Asa Terhadap  Rahmat Allah Swt~

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…

Bismillahirrahmanirrahim…

#Sahabat fillah…
Dosa kita menggunung tinggi hingga kita tak menyadarinya. Umur kita semakin sedikit sedangkan bekal diri tidak banyak yang telah dipersiapkan. Namun yakinlah satu hal yang pasti. Bahwa rahmat Allah begitu luas tidak terbayangkan. Bahkan rahmat yang dirasakan oleh seluruh manusia dan makhluk yang ada di dunia tidak sebanding dengan rahmat yang Allah persipkan di akhirat kelak. Setiap binatang buas sekalipun menyayangi anak yang telah dilahirkan. Bahkan seorang ibu pun tidak akan tega membuang anaknya ke dalam kobaran api yang panas. Itu semua tidak sebanding dengan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Berbaik sangka lah kepada Sang Pencipta. Dan ketahuilah bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana.

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“(QS. Az-Zumar : 53)

Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) itu seratus bagian, lalu Dia menahan di sisi-Nya 99 bagian dan Dia menurunkan satu bagiannya ke bumi. Dari satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sampai-sampai seekor kuda mengangkat kakinya karena takut menginjak anaknya.” (HR. Bukhari)

Umar bin Khattab berkata, “Rasulullah SAW pernah memperoleh beberapa tawanan perang. Ternyata dari tawanan tersebut ada seorang perempuan yang biasa menyusui anak kecil. Apabila dia mendapati ada anak kecil dalam tawanan tersebut, maka ia akan mengambilnya dan menyusuinya. Nabi Muhammad SAW lantas bersabda kepada kami, ‘Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api?’ Kami menjawab, ‘Sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarinya dari api tersebut.’ Lalu beliau bersabda, ‘Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hamba-hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya.’” (HR. Bukhari)

#Sahabat fillah…
Ampunan Allah begitu besar. Sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan dan sejahat apapun tindakan yang pernah kita lakukan. Allah mengampuni setiap hamba-Nya yang bertaubat tanpa mempedulikan begitu besarnya kesalahan yang pernah diperbuat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah memberi kesempatan bagi hamba-Nya untuk menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat dengan bertaubat. Bahkan perbuatan baik yang kita lakukan di dunia dapat menghapus dosa perbuatan buruk yang pernah kita lakukan. Jangan berburuk sangka kepada Allah SWT. Ingatlah bahwa rahmat Allah mengalahkan kemurkaan-Nya dan kasih sayang Allah melebihi kasih sayang kedua orang tua kepada anak yang telah dididik dan dibesarkan.

Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” (HR. at-Tirmidzi)

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (Qs. Huud: 114)

Tatkala Allah menciptakan para makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari)

Bahkan Allah mengampuni dosa seorang pembunuh pun yang membunuh begitu banyak nyawa manusia. Allah juga mengampuni dosa orang yang tidak pernah berbuat kebaikan. Meragukan ampunan Allah berarti kita meragukan kekuasan Allah SWT. Berbaik sangka lah kepada Allah, mencintai-Nya dengan segenap hati dan jiwa. Dan percayalah bahwa rasa takut dan cinta kepada Allah SWT akan menyelamatkan kita dari kobaran api neraka.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Ada seorang lelaki yang sama sekali belum beramal baik berpesan bahwa jika ia mati agar mereka (anak-anaknya) membakarnya kemudian membuang setengah dari abunya (jasadnya) ke bumi dan setengah lagi ke laut seraya berkata, ‘Sekiranya Allah menakdirkan baginya maka Allah tentu akan menyiksanya dengan siksaan yang belum pernah Dia lakukan kepada seorang pun.’ Maka Allah pun menyuruh laut untuk mengumpulkan jasadnya, dan laut pun melakukannya. Kemudian Allah juga menyuruh bumi untuk mengumpulkan jasadnya, dan bumi pun melakukannya. Setelah itu, Allah bertanya kepada orang itu, ‘Mengapa kamu melakukan semua itu?’ Ia menjawab, ‘Karena takut kepada-Mu.’ Maka Allah pun mengampuninya (HR. Bukhari)


Ibnu Umar meriwayatkan dari Shafwan bin Muhriz Al-Mazini, ia berkata, “Ketika aku sedang berjalan bersama Ibnu Umar, ada orang yang memegang tangannya ketika menyodorkannya lalu berkata, ‘Bagaimana kamu mendengar Rasulullah berkata tentang An-Najwa (pembicaraan rahasia antara Allah dengan hamba-Nya pada hari kiamat)?’ Maka ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang mukmin lalu ditutupi oleh naungan-Nya dan ditanya, ‘Apakah kamu mengetahui dosamu yang ini?’ Orang mukmin itu berkata, ‘Ya Rabbku.’ Hingga ketika sudah diakui dosa-dosanya dan ia melihat dirinya akan celaka, Allah berfirman, ‘Aku telah merahasiakannya bagimu di dunia dan Aku mengampuni bagimu hari ini.’ Maka orang mukmin itu diberikan kitab catatan kebaikannya. Adapun orang kafir dan munafik, maka Allah berfirman, ‘Dan para saksi akan berkata, ‘Itulah orang-orang yang mendustakan Rabb mereka. Maka laknat Allah untuk orang-orang yang zalim.’” (HR. Bukhari)

#Sahabat fillah…
Bertaubatlah selagi kita masih di dunia dan saat ini roh kita masih berada di dalam jasad. Di dunia ini ada milyaran manusia yang berharap agar dapat kembali ke dunia agar mereka dapat bertaubat. Janganlah kalian malu mengakui kesalahan-kesalahan diri kita kepada Allah SWT. Karena Allah sangat gembira menyambut hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat dan mengakui segala dosa yang pernah diperbuat. Jika Allah saja merasa bahagia, mengapa kita merasa malu terutama kepada Sang Pencipta?…

“Allah merasa gembira karena tobatnya seorang hamba melebihi kegembiraan seorang yang tengah singgah di suatu tempat yang mencekam dengan ditemani hewan tunggangannya. Perbekalan makanan dan minuman berada di tunggangannya. Kemudian ia merebahkan badannya lalu tertidur. Ketika ia terbangun, ternyata hewan tunggangannya terlepas dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya, hingga ketika ia merasa sangat panas dan haus, atau seperti yang dikehendaki Allah, ia pun berkata, ‘Sebaiknya aku kembali saja ke tempatku tadi.’ Kemudian ia kembali dan tertidur. Ketika ia mengangkat kepalanya, ternyata hewan tunggangannya berada di sisinya.” (HR. Bukhari)

“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Maidah: 74).

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At Taubah: 104).

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110).

Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”. (QS. Al-Hijr :55-56)

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in…
Wallahu a’lam bishshawab…

Semoga dapat bermanfaat… ^__^
Salam santun ukhuwah fillah…

*Rita Al-Khansa*

Sumber:

#
Going to Jannah

#
Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s