^ Hijab Syar’i mu Sebenarnya Untuk Siapa?  ^

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…

Bismillahirrahmanirrahim…

#Sahabat fillah…
Melihat fenomena yang terjadi dewasa ini, tak pelak membuat kita berdecak kagum melihat beberapa remaja wanita sudah peduli terhadap menutup aurat. Dizaman emansipasi wanita yang di ganyang-ganyangkan beberapa wanita modern ternyata tak sedikit pula yang berlomba-lomba memperbaiki cara berpakaiannya. Tentu saja ini adalah salah satu perkembangan ke arah yang positif. Betapa tidak? Pakaian booming dengan label ‘syar’i’ menjadi trend. Bahkan ada perlombaan dan sejenisnya sebagai bentuk dakwah terang-terangan yang di lakukan sponsor di samping memasarkan produk mereka.

Namun yang menjadi pertimbangan adalah kita melihat mereka secara fisik mampu merubah tampilannya akan tetapi secara pengetahuan dan adab mereka masih sangat jauh. Nah, inilah hal yang patutnya di perhatikan lebih baik. Sebab, jangan sampai ketika seorang saja yang melakukan hal-hal buruk, akan rusak semuanya dengan mudah. Mungkin perlu di perhatikan bahwa pakaian syar’i untuk ummat bukan untukmu saja. Dalam artian, ketika mampu berkomitmen untuk berubah. Jangan setengah-setengah. Karena apa yang kamu tampilkan adalah apa yang seharusnya lebih banyak terkandung hal positif didalamnya.

#Sahabat fillah…
Pakaian syar’i menandakan penguasaan ilmu agama dan muamalat. Selain berhubungan antara dirinya dan sang pencipta juga berhubungan antara diri dan orang di sekitarnya. Terlepas dari seseorang itu dasarnya memahami agama dari pesantren atau sekolah biasa tak perlu di pertanyakan. sebab yang harusnya di perhatikan adalah bagaimana kemudian remaja-remaja wanita ini mampu kembali ke masyarakat dan menjadi contoh yang baik pula kepada orang disekitarnya.

#Sahabat fillah…
Seharusnya semakin syar’i pakaian seseorang maka semakin baik juga pemahaman agama dan perlakuannya terhadap lingkungannya. semakin paham bagaimana memakai hijab syar’i, semakin paham juga bagaimana menampilkan dirinya di masyarakat. Tidak lantas menjadi ekstrim, atau hanya mementingkan pendapatnya saja, atau pendapat gurunya saja. Tidak juga menjadi masa bodoh atau pura-pura bodoh atau bahkan memang sengaja jadi bodoh. Karna apa? Ini adalah zaman dimana semua dituntut untuk punya kelebihan. Secara global yang tidak mempunyai kelebihan akan tertinggal. Lalu bagaimana jika ternyata yang memakai hijab syar’i hanya menurunkan derajat agama di mata dunia? Maka akan semakin hancurlah peradaban ini.

Miris rasanya melihat keunggulan agama hanya terletak pada tampilan fisiknya saja sementara bobotnya perlahan terkikis habis. Kemana isi ceramah para ustadz dan ulama setiap ta’lim? Dimana kandungan Al-Qur’an dan Hadis yang pernah di pelajari jika hanya melahirkan generasi yang hanya ada kulit tanpa ada kacang? #eh,kacang

So, marilah berbenah. Menjadi wanita-wanita yang bertanggungjawab penuh atas pilihan yang tak hanya mengikuti trend hijab syar’i. Sebab ditanganmulah sebuah masadepan agama, negara, dan dunia bahkan akhirat. Sebab, di tanganmulah tercipta kedamaian dan pemahaman yang sejati. Jangan kau tutupi kecantikanmu dengan kebodohan di hadapan pembenci-pembenci agama. Sebab mereka berhak tau seberapa mengagumkannya pemahaman seorang wanita yang berhijab syar’i sejati yang berlandaskan pada pemahaman agama ini.

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in…
Wallahu a’lam bishshawab…

Semoga dapat bermanfaat… ^__^
Salam santun ukhuwah fillah…

Rita Al-Khansa

 

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s