~Murabbiyah, Ta’arufkan Akhwat yang Siap Menikah~

berani-nikahAssalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh… 
Bismillahirrahmanirrahim…

Barrakallahulaka wabarraka alayka wajama’a baynakuma bii khair

Ada jejak tanya, kapan kiranya doa sakral itu terlantun di antara riuh dan senyum bahagia, sedangkan diri kini masih seorang yang berlenggang mengisi daftar hadir tetamu undangan.

Umi… kau yang mengulurkan cercah-cercah sejuk bahkan tak jarang adanya hidayah terulur dari pertemuan denganmu. Diri muasalnya seorang perempuan yang bahagia dengan bingar dunia; bermain, tertawa, menghabiskan waktu yang tak berkesudah, menjalankan titah Allah yang hanya solat dan puasa, sebab hanya sebatas itu ilmu yang dipahami.

Umi… lantas pertemuan denganmu seolah Allah menghubungkan pada ruang baru yang sebenarnya itu adalah hakikat terciptanya manusia untuk patuh sepatuh ruku dan sujud dalam shalat. Maka, ketaatan ialah kunci dari hati yang telah terpercik cahaya hidayah. Hadirlah perempuan yang menahan segala nafsu yang muncul seiring perkembangan zaman dan lingkungan pergaulan, seorang dengan perangai santun buah tarbiyah, menerpa liku dakwah yang turut terlalu kala dipertemukan dengan binaan yang rupa-rupa peringainya, seorang penyabar dari awal terazamkan patuh pada titah Allah, dilebarkan kain gamis dan kerudungnya meski lebih dari satu dua ucapan menusuk hatinya, di samping ditetapkannya waktu taqorub untuk amalan yaumiyahnya.

Umi… percayalah, anakmu adalah akhwat-akhwat tegar dengan amanah, kuat izzahnya dan terpelihara maruwahnya, tetapi tahukah Umi? Bagaimana berisiknya dunia zaman sekarang, ketika penantian dijadikan haluan terciptanya lagu-lagu galau yang mendayu, lirik-lirik yang membuat perasaan terhanyut serta gambar-gambar meme ikhwan akhwat yang secepat kilat ingin terhapuskan di beranda.

Umi… ada dada yang dilapangkan atas satu dua pertanyaan serta terkadang tawaran yang berdatangan terlebih di hari raya yang belum lama dilewati, bukan…bukan tak berarti menjadi pemilih yang menolak tawaran tetapi lebih pada kepercayaan dan harapan, bahwa lelaki yang bersanding adalah yang sekufu hingga menutup mata. Orang bilang kalau belum dicoba mana tau cocok, tetapi mencoba ialah keharaman di sela waktu yang tentu tersiakan. Virus merah jambu yang mewabah tentu harus terbentengi keyakinan yang kuat, tak ada cinta sebelum akad, bila waktu belum tepat semoga Pemilik Hati senantiasa merangkul untuk dijauhkan dari fitnah asmara sesaat.

Umi… jelas jodoh Allah yang berkuasa menyandingkan, tetapi ikhtiar manusia harus menjalankan, bila doa menjadi ikhtiar paling berwenang semoga tak putus namaku kau sebutkan dalam lirih-lirih pinta hamba shalihah.

Pada masanya, jika kau tanyakan kematangan siapku, tak ada lagi jawaban selain syukurku…

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in 
Wallahu’alam bishshawab…

Semoga dapat bermanfaat… ^__^ 
Salam santun ukhuwah fillah…

Rita Al-Khansa

Sumber:
#Retno Novita S
#Dakwatuna.com
#Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s