♡ Yang Telah Hilang ♡

image

Bismillahirrahmanirrahim

Wahai jiwa…
Betapa mudahnya engkau terbolak-balik hanya karena beberapa kata atau tindak yg mungkin tak disengaja.


M. Lili Nur Aulia
(Allah, Kokohkan Kaki Kami di Atas Jalan-Mu)

Kata-kata itu, bisa mati,” tulis Sayyid Qutbh

Kata-kata juga akan menjadi beku, meskipun ditulis dengan lirik yang indah atau semangat.
Kata-kata akan menjadi seperti itu bila tidak muncul dari hati orang yang kuat meyakini apa yang dikatakannya. Dan seseorang mustahil memiliki keyakinan kuat terhadap apa yang dikatakannya kecuali jika ia menerjemahkan apa yang ia katakan dalam dirinya sendiri, lalu menjadi visualisasi nyata apa yang ia katakan.” Lanjut Sayyid Qutbh dalam
karya monumental Fii Zilaalil Qur’an.

#Saudara-saudariku…
menjadi penerjemah apa yang dikatakan, menjadi bukti nyata apa yang diucapkan…
Betapa sulitnya.

Tapi ini bukan sekadar anjuran.
Bukan hanya agar suatu ucapan menjadi berbobot pengaruhnya karena tanpa dipraktikkan, kata-kata menjadi kering, lemah, ringan, tak berbobot, seperti yang disinyalir oleh Sayyid Qutbh tadi.
Lebih dari itu semua, merupakan perintah Allah Swt.
Firman Allah Swt yang tegas menyindir soal ini, ada pada surat (Al-Baqarah ayat 44) yang artinya,

Apakah kalian memerintahkan manusia untuk melakukan kebaikan sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri dan kalian membaca Al Kitab. Apakah kalian
tidak berakal?

Membandingkan antara kita hari ini dan masa-masa lalu, akan terasa bahwa ada banyak hal yang hilang dari diri
kita…

Kita dahulu, yang mungkin baru memiliki ilmu dan pemahaman yang sedikit, tetapi banyak beramal dan
mempraktikkan ilmu yang sedikit itu.

Kita dahulu, yang barangkali belum banyak membaca dan mendapatkan keterangan tentang Allah Swt, dan Rasulullah Saw, tentang Islam, tapi begitu kuat keyakinan dan banyak
amal shalih yang dikerjakan.

Kita dahulu, yang belum banyak mendengarkan nasihat, diskusi, arahan para guru dalam menjalankan agama,
tapi seperti merasakan kedamaian karena kita melakukan apa yang kita ketahui itu.
Meskipun sedikit…

#Saudara-saudariku…
banyak yang #hilang dari diri kita..
Dahulu, sahabat Ali radiallahu anhu pernah mengatakan, bahwa kelak di akhir zaman akan terjadi sebuah fitnah.
Antara lain, ia menyebutkan,
“….Ketika sesorang mempelajari ilmu agama bukan untuk diamalkan.”
Itulah ciri fitnah besar yang terjadi di akhir zaman.

Sahabat lainnya, Ibnu Mas’ud juga pernah menyingggung hal ini dalam perkataannya,
Belajarlah kalian, dan bila kalian sudah mendapatkan ilmunya, maka laksanakanlah ilmu itu“.
#Ilmu dan #amal, dua pasang mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Tapi kita, sepertinya, kini lebih bisa berilmu namun miskin dalam amal…

#Saudara-saudariku…
Berhentilah sejenak disini… !
Duduk dan merenunglah untuk memikirkan apa yang kita
bicarakan ini… !
Perhatikanlah apa yang dikatakan lebih
lanjut oleh Sayyid Qutbh, “Sesungguhnya iman yang benar adalah ketika ia kokoh dalam hati dan terlihat
bekasnya dalam perilaku. Islam adalah akidah yang bergerak dinamis dan tidak membawa yang negatif. Akidah islam itu ada dalam alam perasaan dan bergerak
hidup mewujudkan indikasinya dalam sikap luar, teterjemah dalam gerak di alam realitas.”

#Saudara-saudariku…
Jika banyak yang baik-baik, yang hilang dari diri kita, mari memuhasabahi diri sebelum beramal, melihat apa yang menjadi orientasi dan tujuan amal-amal kita selama ini.
Imam Ghazali mengatakan,
Jalan untuk membersihkan jiwa
adalah dengan membiasakan pekerjaan yang muncul dari jiwa yang bersih dan sempurna.”

#Saudara-saudariku…
Mungkin banyak hal baik yang telah hilang dari diri kita…


Awalnya sedikit-sedikit…
Lama-lama mengapa jadi menipis…
Akhirnya malah habis…

Dahulu tiga juz tereduksi menjadi
dua juz, satu juz, setengah juz…
Akhirnya hanya ingat jus…
Jus alpukat… jus melon… jus sirsak…

Dahulu shaum Daud…
mengendur menjadi shaum senin-kamis…
Lalu mulai lupa ayyamul bidh…
Tinggallah tak makan hanya pukul 9 malam hingga pukul 5 esok paginya…

Dahulu tahajud full version…
Lalu tak sempat dan yang penting paginya harus Shalat Dhuha…
Tak sempat juga?… 
Yang penting rawatib bisa terjaga
Lalu kuliah…
Lalu praktikum…
Lalu capek…
Lalu…
Lalu…
Akhirnya usahakan saja agar sholat “tepat pada waktunya

Dahulu jilbab ini menutup lebar seluruh tubuh…
Perlahan naik hingga ke siku…
Lalu tak apalah cuma sampai bahu, yang penting tetap dengan kata-kata pamungkas “yang penting masih syar’i
Perlahan kenapa tak sekalian saja dibuat melilit agar lebih menarik?…

Dahulu rok menjadi pakaian wajib
singkuh rasanya jika sempit membekap tubuh…
Perlahan berubah model agar lebih gaya…
kenapa tak sekalian menggunakan celana panjang agar lebih bebas kemana-mana??…

Dahulu murottal mengalun menemani setiap saat sembari berusaha menjaga hafalan…
Ditemani penyemangat berupa nasyid-nasyid bersyair haraki…
Lalu semakin banyak nasyid bersyair mendayu, akhirnya lagu-lagu populer terbaru menjadi playlist nomor satu…

Dahulu enggan menghabiskan waktu sia-sia…
Lalu mulai tergoda untuk cinta bola, buat akhwatnya makin doyan saja sama drama…

Dahulu mubah dihindari sekarang mubah senantiasa…

Dahulu paling anti komunikasi tidak penting antar jender…
Lalu mulai memberi ruang dengan alasan tukar informasi, bergulir menjadi hubungan antara dua hati…
Pada akhirnya saling berkomitmen hanya dengan modal janji…

#Keimanan ini sangat mudah untuk bisa menjadi tipis, dengan diri yang selalu mendapati hal baru setiap harinya, mendapatkan informasi ini itu, berita disana sini, membuat jurang toleransi pada diri kadang semakin lebar…
Tak ada salahnya aku begini, kan mereka juga seperti itu

#Amalan-amalan itu semakin terkikis dengan rendah komitmen untuk tegas pada diri sendiri…
Tak apa melakukan yang mubah tetapi jangan kalah dengan yang mubah…

Teringat kisah para salafus salih, bahkan hanya ‘berani’ bermain #aman di ranah #halal dan #sunah… tak ‘berani’ menjejaki yang #mubah
Karena khawatir terbiasa dengan yang mubah dan bisa terseret ke satu tingkat di bawahnya.

Wallahu ‘alam…
Allahu musta’an …

Semoga bermanfaat… ^__^
Salam santun ukhuwah fillah…

  • Rita Al-Khansa *

#Special_thank’s_to_mawar_putih…

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s