^^ Jadi, Makna Kebahagiaan Yang Sebenarnya Itu Apa??… ^^

image

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
Bismillahirrahmanirrahim…

#Sahabat fillah…
Banyak di antara kita yang mengira bahwa bahagia itu dengan memiliki harta yang melimpah, mobil yang banyak, atau kasur yang empuk. Walau mungkin itu bisa saja benar, tapi sejatinya belum tentu.

Allah senantiasa mengingatkan kita dalam surat cinta-Nya “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata:
Tuhanku telah memuliakanku”. (Q.S. Al-Fajr: 15). “Dan nanti, ketika Allah menguji dengan kekurangan rezeki, mereka berkata : “Tuhanku menghinakanku””. (Q.S. Al-Fajr: 16)

#Sahabat fillah…
Apakah kita akan beriman bila doa kita dikabul seketika, dan kita tidak beriman bila doa kita belum dikabulkan?…  Bukankah kita tidak boleh mengira-ngira Allah Swt dengan perkiraan kita?…  Kita hanya makhluk-Nya yang lemah.

Allah Swt pun telah menegaskan jangan sampai harta yang kita miliki hari ini melalaikan kita dari mengingat-Nya. Karena orang-orang seperti itulah orang yang merugi. Kita pun menyepakati bersama bahwa hidup di dunia ini hakikatnya hanyalah sementara. Karena perhiasan, kemewahan, bermegah-megah dalam banyak hal, nyatanya hanya kesenangan sesaat yang menipu. Kita tidak bisa mengalami kesenangan itu selamanya bukan?… Karena masing-masing dari kita tentu akan kembali kepada-Nya.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan”. (Q.S. Al-Anbiya: 35)

Jadi, makna kebahagian itu sebenarnya apa?…

Allah Yang Maha Pengasih, telah memberi tahu kita dalam ayat-Nya :

Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S. An-Nahl: 97)

#Sahabat fillah…
Agar memiliki kehidupan yang baik, syaratnya yaitu #beriman, dan #beramal #shalih. Ali bin Abu Thalib, Ibnu Abbas dan lainnya menafsirkan kehidupan yang baik itu adalah sikap merasa cukup.

Seperti seseorang yang bekerja sebagai bawahan, dengan gaji pas-pasan, tetapi mensyukuri banyak hal, ikhlas terhadap rezeki dari-Nya, dan lapang menghadapi berbagai ujian dari-Nya. Sungguh sebenarnya ia telah #kaya.

Tetapi seseorang yang bekerja dengan pangkat tinggi, gaji selangit, namun selalu merasa serba kekurangan, tidak bersyukur, iri hati. Sungguh ia seorang yang #miskin.

Maka benar kiranya, ungkapan dari Ibnul Jauzy, “Barangsiapa merasa cukup, maka indah hidupnya. Barangsiapa merasa tamak, panjang gundahnya.” Mari pemahaman kebahagian kita hari ini diperbaharui dengan penuh kesyukuran atas nikmat yang diberikan-Nya. Semoga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang bahagia. Aamiin Ya Rabbal’alamin…

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu ‘alam bishshawab…

Semoga dapat bermanfaat… ^__^
Salam santun ukhuwah fillah…

Rita Al-Khansa

Sumber:
#dakwatuna.com

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s