**Kerinduanku Akan Halaqah**

image

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
Bismillahirrahmanirrahim…

#Sahabat fillah…
Izinkanlah ana bercerita sedikit tentang perjalanan halaqah yang ana rindukan ☺
Sebelum mengikuti halaqah, ana dibayang-bayangi cerita indah oleh salah seorang teman yang sudah terlebih dahulu mengikuti halaqah. Maka kemudian ekspektasi ana begitu tinggi, mendapatkan murabbi yang menyenangkan, pengertian, supel, asyik, pokoknya murabbi ideal. Sampai suatu ketika Allah memberikan pelajaran kepada ana, bahwa tarbiyah bukanlah tentang siapa murabbi kita, melainkan bagaimana kita bisa berada dalam satu jama’ah kebaikan. Kurang lebih 4 tahun ana menjalani halaqah yang ana sebut halaqah tidak ideal, materi yang disampaikan itu-itu saja, murabbi gak asyik, temen halaqahnya juga gak asik, kadang hanya ketemu, curhat pulang, halaqah yang datang Cuma tiga atau empat orang. Bukan halaqah seperti itu yang ana rindukan, ana merindukan halaqah yang diisi dengan materi-materi yang menambah pengetahuan keislaman ana, halaqah yang benar-benar ana rindukan, jika dalam sepekan tidak menghadirinya bukan justru perasaan biasa-biasa saja saat tidak hadir dalam halaqah.

Dan akhirnya, Allah memang ingin memberikan pelajaran berharga bagi ana. Ana diamanahi membina satu halaqah, ana sadar murabbi bukan malaikat atau dewa, murabbi juga manusia yang punya keterbatasan, murabbi bukan seorang public speaking yang bisa dengan berapi-api menyampaikan materi, seorang murabbi adalah manusia yang Allah pilihkan untuk kita. Bahkan murabbi itu ibarat jodoh, Allah yang memilihkannya langsung untuk membersamai menguatkan kita dalam perjalanan dakwah ini. Meski mungkin mereka bukan orang yang pandai memberikan motivasi, tapi percayalah dalam malam-malam panjang, dalam rabithah yang mereka panjatkan, mereka mendoakan kita para mutarabbinya untuk tetap istiqamah berada dalam jalan dakwah.

Sempat ana ngambek untuk tidak hadir liqa, karena merasa ana tidak mendapatkan apa-apa. Seorang ustadz berkata “boleh jadi anti ditempatkan di kelompok ini, bukan agar anti banyak menerima melainkan banyak memberi”. Ah….Allah betapa kadang pesanmu begitu indah namun aku yang tak menyadarinya. Dan hari ini, dalam satu lingkaran yang sempurna, meski tidak ada materi dari murabbi, kami saling bertukar cerita, saling berbagi kabar bahagia, saling memberi kekuatan. Kemudian kami menutupnya dengan doa rabithah yag diselingi isak tangis. Rabbana betapa kemudian ana merindukan pertemuan-pertemuan berikutnya, karena tarbiyah bukan tentang siapa murabbi kita, melainkan tentang bagaimana kita bertahan dalam satu lingkaran yang utuh untuk terus bersama-sama saling megingatkan dalam kebaikan.

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu ‘alam bishshawab…

Semoga dapat bermanfaat… ^__^
Salam santun ukhuwah fillah…

Rita Al-Khansa

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s