~ Tabiat Jalan Juang Dan Istiqamah ~

image

Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh …
BismillahirRahmanirRahim …

#Sahabat fillah dirahmati Allah…  Menurut saya, salah satu persoalan dasar umat Islam adalah keistiqamahan. Umat islam adalah umat yang gemar sekali melakukan hal-hal besar, ibadah yang spektakuler, dan sesuatu yang sekaligus. Misalnya ketika ramadhan ada yang menargetkan khatam satu atau dua kali. Ada yang bahkan sehari lebih dari lima juz misalnya. Tapi, ibadah itu tidak dilakukan dengan konsisten.

Agama ini (Islam)  mengajarkan kepada kita bahwa ibadah atau amal yang dicintai oleh Allah adalah ibadah yang walaupun sedikit namun dilakukan dengan istiqamah atau konsisten. Tabiat jalan dakwah islam hanya dapat dilalui oleh keistiqamahan. Jika ada yang meyakini dakwah ini akan berhasil dalam waktu cepat. TIDAK ADA dakwah dalam sektor apapun yang berhasil dalam waktu cepat.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”
(Al-Baqarah:214)

Allah menegur dengan pertanyaan retoris merendahkan kita yang memang rendah. Seringkali kita merasakan pantas masuk surga, tetapi Allah membantah kemudahan itu dengan pertanyaan tersebut. Bahkan, sahabat-sahabat Rasul pada saat itu ketika ditimpakan ujian, mereka menanti dan meminta pertolongan Allah. Bagaimana dengan kita di masa ini? … Ujian dari masa ke masa tentulah berbeda. Derajat kepantasan meraih gelar ahli surga sangatlah tinggi.

#Sahabat fillah
Sungguh, Rasulullah khawatir pada keadaan umat di masa depan yang ketika Allah akan membentangkan dunia di hadapan mereka. Keistiqamahan seorang muslim untuk menjadi muslim yang baik akan semakin terguncang.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?

Syarat untuk istiqamah:

  1. Menyeru kepada amal shaleh.

  2. Mengerjakan amal shaleh.

#Sahabat fillah
Ada sebuah kisah sepasang suami istri yang berhasil mendidik anak-anaknya menjadi orang yang berprestasi dan shaleh. Mereka berazzam untuk istiqamah menjadi contoh bagi anaknya, memberikan nafkah yang 100% HALAL, dan selalu mengisi waktu untuk kebaikan. Subhanallah

Pangkal dari keburukan atau maksiat adalah WAKTU LUANG. Jika ada waktu, maka hanya ada dua hal yang akan mengisinya, kebaikan atau keburukan. Waktu adalah sumber daya yang tidak tergantikan. Bagi seorang muslim, waktu adalah kehidupan.

  1. Menunjukkan Jati Diri sebagai seorang muslim.

#Sahabat fillah
Jangan jadikan jati diri sesempit hal-hal simbolik. Hal-hal yang substansial harus ditekankan. Identitas muslim itu memastikan tangannya membawa mashlahat untuk orang lain, mulutnya tidak memutuskan silaturahim, kedatangannya membawa manfaat, perkerjaannya adalah yang terbaik.

Kesitiqamahan adalah hal yang ditunjukkan dengan kualitas ibadah yang optimal dan mentalitas untuk bekerja, bukan menyalahkan orang lain, blamming others.

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawab …

Semoga bermanfaat … ^_^
Salam santun ukhuwah fillah …

  • Rita Al-Khansa *

Sumber:
#Dr. Arief Muandar
#Ruang Berbagi (Widodo al Yusro)
#Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s