•°• Hedonic Treadmill •°•

image

Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
BismillahirRahmanirRahim…

#Sahabat fillah
Pertanyaan: Kenapa makin tinggi income/pendapatan seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?

Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yang kemudian dikenal dengan nama “hedonic treadmill”. Gampangnya, hedonic treadmill ini adalah seperti ini : saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis juga.

Kenapa begitu? …

Karena ekspektasi dan gaya hidup kita pasti ikut naik, sejalan dengan kenaikan penghasilan kita. Dengan kata lain, nafsu kita untuk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan income-mu. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill, karena:  seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaan kita tidak maju-maju. Sebab nafsu kita akan materi tidak akan pernah terpuaskan.

Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan ingin berubah naik Alphard. Ini mungkin salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill. Hedonic treadmill membuat ekspektasi kita akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaan kita stagnan/diam ditempat, meski income makin tinggi. Sebab harapan kita akan penguasaan materi juga terus meningkat sejalan kenaikan income-kita.

#Sahabat fillah
Ada eksperimen menarik: seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah. Apa yang terjadi?
6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.

Itulah efek hedonic treadmill, yaitu:  karena nafsu kita terus meningkat, kebahagiaan kita seolah berjalan di tempat, meski income melompat 10 kali lipat. Atau bahkan dapat hadiah 5 milyar.

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill?
Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berhenti?

#Sahabat fillah
Disinilah relevan (logic) untuk terus mempraktekkan gaya hidup yang minimalis, yang bersahaja, yaitu:  sekeping gaya hidup yg tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi. Sebagian lagi, mengubah orientasi hidup, makin banyak berbagi kebahagiaan dengan orang lain, teruji makin membahagiakan.

#Prinsip hedonic treadmill adalah : more is better.

Makin banyak materi yang kita miliki makin bagus. Itulah Jebakan nafsu yang terus membuai. Makin banyak mobil yang kita miliki, makin bagus. Makin banyak properti yg kita beli makin tajir. Godaan nafsu kemewahan yg terus berkibar-kibar.

#Gaya hidup minimalis punya prinsip yang berkebalikan, yaitu : less is better.

Makin sedikit kemewahan materi yang kita miliki, makin indah dunia ini. Gaya hidup minimalis yang bersahaja punya prinsip: hidup akan lebih bermakna jika kita hidup secukupnya, terlebih bisa membahagiakan orang lain. When enough is enough.

#Sahabat f
Prinsip hidup bersahaja, yang tidak silau dengan kemewahan materi, mungkin justru akan membawa kita pada kebahagiaan hakiki. Terlebih lagi, bila bisa bahagia ketika melihat orang lain bahagia, bahagia ketika kita senantiasa selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, bahagia ketika kita senantiasa bersyukur dengan apa-apa yang telah Allah karuniakan untuk kita.

Sebab pada akhirnya, bahagia itu sederhana : misal;
#Alhamdulillah, masih diberi nafas sampai saat ini, dikaruniai kesehatan, bisa berbagi ilmu, dll
#Masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga dan tersenyum mulai di pagi hari, lanjut membaca “makanan” spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas.

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawab …

Semoga bermanfaat …^_^
Salam santun ukhuwah fillah …

  • Rita Al-Khansa *

Sumber:
#Langit-Humaira
#Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s