~ Cita Rasa Bahasa ~

image

Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
BismillahirRahmanirRahim…

#Sahabat fillah
Setiap orang memiliki cita rasa bahasanya tersendiri. Faktornya pun banyak. Tapi secara umum, terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi cita rasa bahasa seseorang, yaitu:
1. Kepribadian,
2. Ilmu pengetahuan/wawasan,
3. Kecerdasan linguistiknya.

Dari #kepribadian, kita dapat merasakan sisi emosional seseorang.
Dari #ilmu pengetahuan/wawasan, kita dapat megetahui kedalaman seseorang dalam memahami sebuah peristiwa.
Dan dari #kecerdasan linguistik, kita dapat mengetahui kemampuan seseorang dalam menyampaikan sebuah ide.

#Sahabat fillah
Cita rasa bahasa seseorang, hanya dapat diukur dari kemampuan berbicara dan menulis. Seperti kemampuan berbicara misalnya, kita sudah bisa mengetahui cita rasa bahasa seseorang dari; pemilihan kata, dan susunan tata bahasannya. Adapun mimik wajah dan gestur tubuh, tidak bisa dijadikan alat ukur cita rasa bahasa seseorang. Akan tetapi mimik wajah dan gestur tubuh juga memiliki andil yang besar dalam kemampuan berbicara kita. Entah itu dalam kegiatan yang bersifat dialog (khutbah jum’at/sambutan kegiatan formal), maupun dialog(diskusi terbuka/kajian umum/dll).

Adapun dalam kemampuan tulis menulis, kita sudah bisa merasakan cita rasa bahasa seseorang dari akumulasi; pemilihan kata,dan penggunaan tanda baca. Dan inilah yang membedakan penulis biasa, dengan penulis yang memiliki bakat sastra yang baik. Karena penulis yang dikaruniai bakat sastra yang baik, memiliki kemampuan memvisualkan situasi yang mendalam. Bisa dari sisi sosial maupun penggambaran psikologis seorang tokoh. Dan hal inilah yang menjelaskan perbedaan mendasar antara karya tulis akademik, dengan karya tulis sastra biasa. Karya tulis sastra yang umum, memiliki keleluasaan dalam berekspresi, dibanding dengan karya tulis akademik.

Kedua kemampuan tersebut (berbicara dan menulis), haruslah kita latih secara terus menerus. Dan menjadi penting, untuk melatih cita rasa bahasa yang kita miliki pada kompetensi berbicara maupun tulis menulis, tanpa perlu menghilangkan sisi natural yang melekat pada kepribadian kita.

#Sahabat fillah
Cita rasa bahasa seseorang, menjadi hal yang penting dalam dunia #linguistik, bukan hanya untuk menampilkan sisi orijinalitas dalam pribadi seseorang. Lebih dari itu. Cita rasa bahasa juga bisa menjadi nilai #estetika, yang menjadi daya tarik kita dalam menghasilkan sebuah karya. Dan kita tidak boleh melupakan hal yang paling penting. Bahwa cita rasa bahasa juga dapat menjadi #katalis (pemercepat) daya tangkap orang lain, dalam usahanya memaknai dan memahami ide karya yang kita sampaikan.

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawab …

Semoga bermanfaat …^_^
Salam santun ukhuwah fillah …

  • Rita Al-Khansa *

Sumber:
#Ridwan Akbar
#Dakwatuna.com
#Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s