~ Kisah SEDOTAN: Hikmah Menikmati Skenario Allah SWT ~

image

Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
BismillahirRahmanirRahim…

#Sahabat fillah
Ada 2 sedotan kecil untuk air mineral kemasan gelas, masih terbungkus rapi dan tersimpan di dalam ransel hampir selama dua minggu. Tolong, jangan ditanya kenapa ia di sana?… ^_^
Saya pun lupa kronologisnya dan entah untuk alasan apa masih menyimpannya, sedikit pun hati ini tidak tergerak untuk membuangnya. Saya biarkan saja di dalam ransel, hanya menatapnya sejenak sambil memasukkan buku dan Al-Qu’ran untuk dibawa Jalsah Ruhiyah.

Sang surya yang mulai meredup menemani saat berangkat. Di jadwal selepas Dzuhur sebelum Ashar ini, saya seperti berjalan menentang arus, saat semua teman-teman saya pulang dari pekerjaannya, dan saya justru harus berangkat menuju arah berlawanan. Rute yang saya tempuh berlawanan arah dengan kebanyakan, tapi saya yakin saya berjalan pada rute yang benar menuju Allah SWT.

Kajian jalsahnya menarik, penjelasan-penjelasan yang runut dan sistematis. Beberapa puluh menit berlalu, hampir satu jam, tapi belum terlihat tanda-tanda panitia yang diamanahkan akan meletakkan air minum di meja ustadzah, yang suaranya mulai serak dan batuk-batuk kecil karena tenggorokan yang kering. Panitia sepertinya juga sedang focus penuh dengan kajian jalsah, sehingga belum sadar kalau ustadzah butuh air minum.

Teman yang duduk di sebelah saya menyadari hal itu, sambil berbisik ia berkata, “ustadzah di depan sepertinya perlu air minum, saya punya 2 gelas air mineral di tas tapi tidak ada sedotannya, tidak mungkin ngasih ke ustadzah tanpa sedotan”.
Tentu saja ini adalah kabar baik ia punya dua gelas air mineral, itu bisa diberikan ke ustadzah, tetapi tidak sopan rasanya menyerahkan air kemasan itu tanpa dengan sedotannya, hal itu akan menyulitkan ustadzah.

Tiba-tiba saya teringat akan sesuatu. Lalu saya melempar senyum kepadanya untuk dua alasan; #pertama karena kami punya pikiran yang sama, #kedua karena saya memiliki apa yang ia butuhkan: dua sedotan, yang masih terbungkus rapi di dalam ransel.

Hee aha, saya punya sedotannya…”, saya ambil sedotan itu dari dalam ransel, lalu menyerahkan kepadanya untuk diberikan bersama air mineral gelas kepada ustadzah yang semakin serak memberi taujih di depan.

Ada binar syukur di mata ustadzah saat ia meminum air itu. Dan saya tersenyum sendiri melihat sedotan yang dipakai ustadzah. Ternyata untuk hari inilah sedotan itu masih berada di dalam ransel, inilah momen bersejarah yang ditunggunya. Setelah sekian hari berada di dalam ransel, sekarang ia tuntaskan kerjanya dengan sempurna, di saat yang tepat. Siapa yang akan menduga, jika sedotan itu masih berguna, padahal ia tersimpan ditempat yang jauh dari air kemasan tadi?… Dan bukankah setiap air kemasan sudah punya jatah sedotan masing-masing di dalam kotaknya, lalu bagaimana mungkin sedotan di ransel masih berguna?… Namun, begitulah yang terjadi, sedotan dalam ransel itu telah memainkan peran penciptaannya dengan sempurna. Yaa… #Sempurna. Begitu juga dengan dua gelas air mineral itu.

#Sahabat fillah
#Skenario Allah selalu menarik, penuh kejutan, dikelilingi hal-hal yang tidak pernah diduga oleh akal pikiran kita, itulah sebabnya kita perlu menikmati setiap episodenya dengan kesyukuran. Mungkin hari ini ada derita, ada kesulitan dan beban, ada rentetan masalah yang rumit. Mari hadapi dengan #keimanan, karena Allah punya rencana terbaik untuk kita, maka #sabar dan #bersyukurlah selalu. Hingga kelak di ujung cerita, lisan kita tidak akan berhenti mengucap subhanallahsubhanallahsubhanallah… atas seluruh yang telah Allah SWT rencanakan untuk kita.

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawab…

Semoga bermanfaat …^_^
Salam santun ukhuwah fillah…

  • Rita Al-Khansa *

Sumber:
#Adrian Fetriskha, SH.
#Dakwatuna.com
#Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s