~ INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUN ~

image

#Renungan & Tafakur diri
Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
BismillahirRahmanirRahim…

#Sahabat fillah…
Mari kita merenung barang sekejab… mari kita bertafakur !!…

Disini terlihat sekali bahwa ternyata kita sangat sering bermasalah dengan DIRI kita sendiri, apalagi dengan orang lain. Akibatnya semua kejadian seperti mengikat diri kita. Semua peristiwa seperti melekat pada diri kita. Kita seperti sedang berada diatas gulungan ombak yang mengalun bertalu-talu. Kita diayun dan dibanting kesana kemari oleh lidah ombak yang datang silih berganti. Atau kita seperti sedang berada diujung nyala lidah api yang siap membakar dan menghanguskan diri kita. Nafas kita sesak memburu, kita terengah-engah, tidur kita tak lelap, makan kita tak enak, minum kita tak lezat. Segala bebunyian terasa bernada sumbang, siang hari terasa gelap, malam hari serasa mencekam. Anak dan Istri/Suami serasa menjelma menjadi musuh kita yang menakutkan. Kita megap-megap seperti ikan yang terdampar di darat. Kita seperti berjalan dengan berton-ton beban yang menggelayut di pundak kita.

Kita ingin menjerit dan meneriakkan masalah-masalah kita kepada orang lain agar mereka bisa membantu kita. Namun lidah kita kaku, suara kita tersendat. Orang-orang seperti sedang mentertawakan kita. Sahabat kita seperti berpaling dan pergi meninggalkan kita. Kita seperti seorang musafir yang kehausan yang sedang berada di padang pasir yang tandus. Kita mengais air dengan tangan kita, tetapi yang keluar hanyalah butir-butir pasir yang menyiratkan fatamorgana. Kita ingin makan, tetapi yang tersedia di depan kita hanyalah bara api yang merah membara.

Pada saat-saat seperti itu, terasa sekali bahwa kita membutuhkan JALAN KELUAR agar kita bisa TERLEPAS (DETACH) dari segala masalah yang membebani kita itu. Kita ingin bebas, kita ingin merdeka dari belitan berbagai masalah kita itu. Karena kalau tidak, kita rasanya ingin melalui jalan pintas yang kita kira bisa membebaskan kita dari himpitan masalah-masalah kita itu. Kita ingin jadi SUPERMAN atau SUPERGIRL. Lalu, pada titik puncak kepedihan itu, kadangkala ada diantara kita yang mengambil jalan pintas dengan melompatlah dari puncak gedung yang tinggi, melayang dari jembatan atau tower listrik tegangan tinggi untuk kemudian jatuh membentur tanah. Mati…

Dan disini pulalah terbukanya CELAH yang sangat lebar bagi JIN dan sesama MANUSIA untuk menanamkan WAS-WAS kedalam HATI kita. Mereka menyusupkan was-was ke dalam hati kita bahwa untuk keluar dari masalah-masalah yang SEDANG atau BAKAL kita hadapi itu, kita cukup mengatur-atur nafas kita dengan cara-cara tertentu, kita cukup menerapkan LOA, kita cukup MENGHIPNOSA diri kita sendiri dengan kalimat-kalimat atau pola-pola pikir tertentu, kita cukup memakai cincin atau batu akik ini dan itu, kita cukup pakai minyak nyong-nyong ini, kita cukup berpikiran positif, kita cukup merasakan getaran-getaran POWER yang ciri-cirinya ini dan itu, kita cukup bermain ular tangga, kita cukup menari-nari sambil merasakan getaran-getaran ALAM ataupun alunan musik di sekitar kita, kita cukup ikut training ini dan training itu, dan berbagai cara lainnya yang di iklankan masing-masing bahwa cara mereka adalah nomor satu dan paling berhasil.

Yang paling mencengangkan adalah bahwa semua cara itu dikatakan tidak ada hubungannya dengan agama, siapa saja bisa melakukannya. Kita seperti dengan sengaja ingin mereka JAUHKAN dari ALLAH SWT. Kalaupun di sana sini diselingi pula dengan istilah-istilah agama misalnya ALLAH, entah apa yang mereka maksud dengan ALLAH itu. Sebab INGATAN kita sebenarnya akan DIPENUHI mereka dengan “apa-apa” yang selain dari ALLAH SWT seperti diatas. Bukankah ini yang namanya SYIRIK?. Ya, syirik…!. Bahkan bukan syirik yang kecil lagi, tapi sudah masuk kepada syirik yang besar. Karena kita telah dengan sengaja melakukan kesyirikan itu.

Pada tatanan yang katanya adalah tingkatan SPIRITUAL, celah was-was itu malah terbuka dengan semakin dalam dan tajam. Bukan hanya itu, jalan ini ternyata mengandung JEBAKAN BATMAN yang sangat luar biasa halusnya. Kita merasa seperti sudah melakukan banyak hal yang hebat dan luar biasa, misalnya berdzikir dalam jumlah ribuan kali, shalat wajib dan sunnah yang banyak, puasa wajib atau sunnah, dan dan sebagainya, akan tetapi sebenarnya saat itu kita ternyata masih belum melakukan apa-apa. Bak sedang mengelupasi Kulit Bawang, kita memang sudah membuang kulit-kulit bawang yang terluar, akan tetapi kita ternyata masih berada pada kulit bawang yang terdalam saja. Keadaannya memang sedikit sudah berbeda, akan tetapi pada tatanan hakekat, sebenarnya kita belum berubah apa-apa. Masih sebatas di kulit bawang.

Misalnya saja, kita memang telah melakukan dzikir sambil berputar-putar dalam sebuah tarian sufi, atau kita sudah mampu menangis-nangis di dalam sebuah wirid dan shalawat yang panjang, kita juga sudah ikut haji dan umrah dengan memakai metoda quantum ini dan itu, dan berbagai jalan lainnya yang ditawarkan kepada kita sebagai jalan keluar dari segala permasalahan kita.

Akan tetapi selama masih ADA sesuatu yang selain dari ALLAH SWT yang kita INGAT, masih ada sesuatu yang selain dari ALLAH SWT yang mengisi ruang HATI atau AKAL kita, walaupun saat itu kita sudah memanggil-manggil nama ALLAH SWT atau membaca Al-Qur’an, maka tanpa pandang bulu keadaan kita akan sesuai dengan ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa:

Barangsiapa yang BERPALING dari INGAT kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”.(Az-Zuhkruf:36)

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawab…

Semoga bermanfaat …^_^
Salam santun ukhuwah fillah …

  • Rita Al-Khansa *

Sumber:
#Adab murid berketuhanan
#Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s