~ Berdiksi Dalam Berkata ~

image

Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
BismillahirRahmanirRahim…

#Sahabat fillah
Sering sekali kita mendengar seseorang berkata, “Ah, kenapa harus begini!?”, ketika kita mendapatkan kejadian yang tidak kita sukai. Padahal tanpa kita sadari bahwa kita yang memilih takdir tersebut. Ya… Tanpa sadar.

Mungkin kita termasuk orang yang suka ceplas-ceplos. Tidak betah menyimpan sesuatu di dalam hati. Entah itu keinginan, impian, harapan, doa dan atau pikiran yang tengah terbesit sekalipun. Itu tidak masalah. Namun, jika kita sadar terkadang berbicara ceplas-ceplos itu menjadi kenyataan. Menjadi benar adanya. Hadir dalam kehidupan kita. Meski terkadang ada sebagian dari kita sering menyalahkan takdir, padahal kita sendiri yang telah memilihnya. Tanpa kita sadari.

#Sahabat fillah
Pernah ada seseorang yang kakinya patah karena kecelakaan berkata kepada saya, “Dulu aku sering berkata aku ingin berhenti bekerja di pabrik tempatku bekerja. Dan benar adanya bahwa aku berhenti bekerja. Karena kakiku patah. Jika saja aku mau berkata, kenapa harus dengan cara ini aku berhenti bekerja?” Semenjak kecelakaan itu dia total menjadi seorang ibu rumah tangga dan dia benar-benar berhenti bekerja dengan cara yang seperti itu. Bagaimanapun cara dia berhenti itulah yang terbaik dari-Nya.

Lalu sudah tidak terhitung lagi beberapa macam impian dan keinginan yang terkadang sering dilontarkan tanpa keseriusan maupun keseriusan dihadirkan Allah dalam kehidupan seseorang. Contohnya seperti keinginan seseorang untuk berlepas diri dari seseorang, lalu Allah kabulkan hal tersebut.

Lantas dia mentafakuri semua yang telah terjadi. Baik yang terjadi pada dirinya pribadi maupun apa yang terjadi kepada seseorang (teman) yang kakinya patah tersebut. Benar adanya, bahwa kata-kata adalah #doa. Setiap kata yang kita ucapkan, mengandung doa. Seperti ibu Malin Kundang yang mengutuk anaknya menjadi batu, kemudian benar adanya tak lama dari itu Malin Kundang sang anak durhaka itu pun menjadi batu. Itulah salah satu bukti konkret bahwa kata-kata adalah doa. Termasuk apa yang dialami teman yang ingin berhenti bekerja itu yang kemudian Allah benar memberhentikannya. Walau cara yang dia peroleh sedikit lama diterimanya dengan lapang dada.

#Sahabat fillah
Dalam istilah, #shalat juga diartikan sebagai #doa. Karena shalat terdiri dari ucapan-ucapan yang mengandung #harapan. Dari mulai takbir sampai salam.Tak ayal bila ucapan kita juga adalah doa.

#Sahabat fillah
Seorang ibu hamil tentunya/seharusnya berpantang mengucapkan kata-kata yang buruk, agar janin di dalam perutnya selamat sentosa. Lalu harus bagaimana caranya?… Apakah kita ingin terus menerus menjadi korban atas kata-kata kita?… Tentu saja tidak kan?…

#Sahabat fillah
Allah memiliki 99 nama-nama yang baik. Salah satunya adalah #Maha #Mendengar. Bisikan hati saja Allah bisa mendengar-Nya. Apalagi yang keluar dari mulut kita. Pendengaran-Nya tidak terbatas ruang dan waktu. Alam dunia atau ghaib. Bisikan maupun perkataan macam apapun, Allah jelas mendengarnya. Juga setiap kata dan huruf yang kita keluarkan dari mulut kita Allah tahu dengan jelas.

#Sahabat fillah
Berkata dengan memilih diksi yang tepat bisa menyelamatkan kita dari perkataan kita sendiri. #Diksi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti sebagai #pemilihan #kata yang tepat dan selaras.

√ Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau (kalau tidak bisa) maka hendaknya ia diam.” (HR. Muslim)

#Sahabat fillah
Di dalam hadits ini, Rasulullah SAW mencanangkan pilihan kepada umatnya, berkata baik atau diam. Berkata baik tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga berlaku untuk diri sendiri. Ya, Berkata baik untuk diri sendiri sama halnya juga dengan #mendoakan diri sendiri.

#Sahabat fillah
Ucapan sehari-hari kita yang keluar dari mulut kita, sejatinya kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya.

√ Allah berfirman:

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 18).

#Sahabat fillah
Berdiksi tidak hanya berlaku dalam hal tulis menulis bagi seorang muslim. Tapi juga dengan apa yang dia katakan dan ucapkan. Karena kata-kata kita adalah doa. Dan karena kata-kata kita akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.

Adapun ketika kita tengah asyik mengobrol dengan teman, menginginkan satu hal, atau berharap ini dan itu, lakukanlah dengan pemilihan diksi yang baik. Agar kelak ketika ucapan itu hadir dalam kehidupan kita, kita bisa dengan bahagia dan lapang dada serta penuh dengan rasa syukur menerimanya.

Begitu pun dengan apa yang selalu kita lakukan. Contohnya, ketika ada seseorang yang menginginkan sekali mengganti kacamata, dan dia selalu berharap dan meminta kepada Allah bahwa dia ingin sekali mengganti kacamatanya, tapi dengan cara yang baik, keadaan yang baik, dan dengan niat yang baik. Segalanya ingin dalam kebaikan. Kini dia selalu menyematkan “yang baik” di akhir kalimat keinginan dan doanya kepada Allah. Benar adanya, Allah pasti akan mengantarkan kita kepada apa yang kita harapkan dengan cara yang baik dan dalam keadaan yang baik. In shaa Allah.

** Kesimpulannya:
~ Kita harus senantiasa menjaga perkataan kita dan harus yakin serta merasakan bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi kita dan Maha Mengetahui apa-apa yang kita katakan dan kita lakukan.
~ Kita juga ketika berharap, berdoa harus menyakini bahwa Allah SWT Maha Rahman dan Maha Rahim serta Maha Pengabul doa yang terbaik.

#Sahabat fillah
Kurang dan lebihnya ana mohon maaf (afwan jiddan)…

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawab…

Semoga bermanfaat …^_^
Salam santun ukhuwah fillah…

  • Rita AlKhansa *

Sumber:
#Melin Al-Asira
#Dakwatuna.com
#Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s