~ Kupinang Engkau Dengan Hamdallah ~

image

Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…
BismillahirRahmanirRahim…

#Sahabat fillah…
Rasulullah SAW pernah bertanya: “Apa yang menghalangi seorang mu’min untuk mempersunting istri?… Mudah-mudahan Allah mengaruniainya keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat Laa ilaha illaLlah

#Sahabat fillah…
Apa yang menghalangi kita untuk menikah?…
Kenapa kaum Adam merasa berat untuk meminang seorang akhwat secara baik-baik dengan mendatangi keluarganya?…
Apa yang menyebabkan sebagian kaum Adam terhalang langkahnya untuk mempersunting seorang gadis muslimah yang baik-baik sebagai istri, sementara keinginan ke arah sana seringkali sudah terlontarkan. Sementara kekhawatiran jatuh kepada maksiat sudah mulai menguat. Sementara ketika ‘maksiat-maksiat kecil‘ sempat berlangsung, ada kecemasan jikalau keterlambatan menikah membuat kaum Adam jatuh kepada maksiat yang lebih besar.

Syair karya Al Bushiri yang didalamnya ada sindirian buat kita:

Siapa itu Yang sanggup kendalikan Hawa nafsu Seperti kuda liar Yang dikekang temali kuat?…

Jangan kau berangan

Dengan maksiat nafsu

Dikalahkan Maksiat itu makanan

Yang bikin nafsu buas dan kejam

Sungguh hampir saja kaki kita tergelincir kepada maksiat-maksiat besar, kalau Allah tidak menyelamatkan kita. Dan kita benar-benar memasukinya, kalau kita tidak segera meniatkan menjaga kesucian kemaluan kita dengan menikah. Awalnya menumbuhkan niat yang sungguh-sungguh untuk saat menghalalkan pandangan mata dengan akad nikah yang syah. Mudah-mudahan Allah menolong kita dan tidak mematikan kita dalam keadaan membujang.

Rasulullah SAW pernah mengingatkan:
Orang yang meninggal diantara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan”.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa:
sebagian besar penghuni neraka adalah orang-orang bujangan“.

#Sahabat fillah…
Seorang laki-laki yang membujang harus menanggung beban syahwat yang sangat berat. Apalagi pada masa seperti sekarang ini ketika hampir segala hal memanfaatkan gejolak syahwat untuk mencapai keinginan. Perusahaan obat banyak menggunakan gambar-gambar wanita, perusahaan rokok yang memanfaatkan gadis-gadis muda yang seronok untuk mempromosikan. Tak sekedar itu, internet, acara TV, radio, bahkan artikel kesehatan dan olahraga dikoran dimanfaatkan untuk mengekspos rangsangan pornografi demi meningkatkan oplah. Maka tak semua dapat menahan pikiran dan angan-angannya. Banyak keluhan mengenai pikiran-pikiran dan angan-angan mereka tentang pernikahan atau mengenai harapannya terhadap seorang gadis. Dorongan-dorongan alamiah untuk mempunyai teman hidup telah menyita banyak konsentrasi. Daya serap terhadap ilmu kurang tajam. Apalagi untuk shalat, sulit untuk merasakan kekhusyukan. Ketika mengucapkan iyyaKana’budu wa iyyaKa nasta’in yang muncul bukan kesadaran mengenai kebesaran Allah yang patut disembah, melainkan bayangan-bayangan suatu saat telah menikah. Malah sebagian membayangkan pertemuan-pertemuan. Shalat yang belum menikah memang sulit untuk mencapai kekhusyukan, apalagi memberi bekas dalam akhlak sehari-hari. Oleh sebab itulah Rasulullah bersabda:
Shalat dua rakaat yang didirikan oleh orang yang sudah menikah lebih baik dari shalat malam dan berpuasa disiang harinya yang dilakukan oleh seorang lelaki bujangan“.

Maka #Sahabat fillah, bagaimana seorang yang masih membujang dapat mengejar derajat orang-orang yang sudah menikah, kalau shalat malam yang disertai puasa disiang harinya saja tak bisa disejajarkan dengan derajat shalat dua rakaatnya mereka yang telah didampingi istri. Padahal mereka yang telah mencapai ketenangan batin, penyejuk mata dan ketenteraman jiwa dengan seseorang istri yang sangat besar rasa cintanya, bisa jadi melakukan shalat sunnah lebih banyak dibanding dengan yang belum menikah. Maka apa yang bisa mengangkat seseorang bujangan kepada kemulisan akhirat?…

#Sahabat fillah…
Membujang rasanya lebih dekat kepada kehinaan, sekalipun jenggot yang lebat telah membungkus kefasihan mengucapkan dalil-dalil suci Al-Qur’an dan Al-Hadits. Bujangan, tanpa seorang pendamping yang dapat membantunya bertaqwa kepada Allah, hati dapat terombang ambing oleh insting untuk memenuhi kebutuhan biologis, oleh kerinduan untuk mempunyai sahabat khusus yang hanya kepadanya bisa menceritakan sisi-sisi hati. Dalam keadaan demikian terkadang kaum Adam disibukan oleh maksiat yang terus menerus. Sesekali dapat melepaskan maksiat memandang wanita yang bukan muhrim, tetapi masuk kemaksiat yang lain. Pikiran disibukan hal-hal yang kurang maslahat. Kalau sesuatu sangat dikecam dan diperingatkan bahayanya, biasanya #Islam memberikan penghormatan yang tinggi untuk yang sebaliknya. Membujang tidak disukai, maka menikah mendekatkan manusia kepada surga-Nya. Seseorang yang menikah berarti menyelamatkan ½ agamanya. Bahkan bagi seorang remaja menikah berarti menyelamatkan 2/3 agamanya.

Rasulullah SAW bersabda:
Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seseorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya“.

Dan ada lagi,
Bukan termasuk golongan ku orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah“.

#Sahabat fillah…
Sekarang ketika niat sudah mantap dan tekad sudah bulat, marilah mempersiapkan hati untuk melangkah ke peminangan.

Mendahului dengan Hamdallah

Orang yang meminang, kata Imam Nawawi disunnahkan untuk memulai dengan membaca hamdallah dan shalawat untuk Nabi. Pinanglah ia dengan mengucapkan: “AlhamdulillahiRabbil’alamin. Allahuma shali’alaa Muhammad wa’alaa ali Muhammmad“. Setelah itu ucapkan syahadat, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Aku datang kepada kalian untuk mengungkapkan keinginan kami melamar putri kalian ‘Fulanah’ atau janda kalian ‘Fulanah’ binti Fulan“.

Nabi bersabda:
Setiap lamaran yang tidak ada syahadat di dalamnya seperti tangan yang tiada barakah“.

Contoh peminangan yang dilakukan Bilal ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap Kabilah Khaulan:
Saya ini Bilal, dan ini saudaraku. Kami datang untuk meminang. Dahulu kami berada dalam kesesatan kemudian Allah memberi petunjuk. Dahulu kami budak-budak belian kemudian Allah memerdekakan…, Jika pinangan kami Anda terima, kami panjatkan ucapan Alhamdulillah dan kalau anda menolak, maka kami mengucapkan Allahu akbar“.

Kalau #Sahabat fillah diterima pujilah Allah, peminangan pun in shaa Allah merupakan bentuk pujian kepada-Nya dengan menjaga kehormatan atas apa-apa yang dikaruniakan. Kalau peminangan ditolak agungkanlah Allah. #Sahabat fillah tetap berprasangka baik. Sebab bisa jadi penolakan merupakan jalan penyucian jiwa dari kezaliman-kezaliman diri. Bisa jadi penolakan untuk mencapai kematangan, kemantapan dan kejernihan niat.

Wanita boleh menawarkan diri

#Sahabat fillah…
Ada empat wanita yang dimuliakan surga yaitu salah satunya #Khadijah bin Khuwailid. Yang dari rahimnya yang suci lahir salah seorang wanita utama lainya yaitu: #Fatimah Az-Zahra. Keduanya adalah orang yang paling dicintai Nabi. Dalam suatu riwayat dikisahkan suatu saat A’isyah merasa cemburu lalu berkata, “Bukankah ia hanya seorang wanita tua dan Allah telah memberi gantinya untuk mu yang lebih baik dari padanya?…”, Maka beliaupun marah sampai berguncang rambut depannya. Lalu beliau berkata: “Demi Allah! Ia tidak memberikan ganti untukku yang lebih baik dari padanya. Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang-orang mendustakanku, ia memberikan hartanya ketika manusia lain tidak mau memberi dan Allah memberikan anak darinya dan tiada memberi anak dari yang lain“.

Pernikahan antara Rasul dangan Khadijah adalah pernikahan yang paling indah dan penuh barakah. Pernikahan yang seagung itu justru dari inisiatif Khadijah. Ia mengusulkan pernikahan kepada Muhammad SAW, menurut riwayat mahar berasal dari hartanya. Ia menolak pernikahan dengan raja, para bangsawan, tetapi lebih menyukai Muhammad SAW yang miskin dan yatim. Ia mencari suami yang agung, kuat dan berkepribadian tinggi dan berjiwa bersih. Dan itu ada pada Muhammad SAW. Ketika hatinya terpikat betul, ia meminta Maisarah yang menjadi pembantu dekatnya untuk mengamati gerak gerik dan tingkah laku Muhammad SAW. Laporan Maisarah kelak mendorong Khadijah menawarkan diri kepada beliau.

#Sahabat fillah…
#Menikah merupakan sunnah yang diagungkan Allah. Dalam Al-Quran menyebutnya dengan “mitsaqan ghalizha” (perjanjian yang sangat berat), adalah perjanjian yang paling kuat dihadapan Allah. Hanya 3 kali perjanjian ini disebut dalam Al-Quran, dua lainya untuk perjanjian tauhid. Allah lah yang mejadi saksi ketika akad nikah. Setiap jalan menuju “mitsaqan ghalizha” dimuliakan Allah. #Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat dan ikhtiar untuk nikah.

#Sahabat fillah…
#Nikah adalah masalah kehormatan agama bukan hanya sekedar penyaluran biologis. Islam membolehkan wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur yang ia yakini kekuatan agamanya, dan kejujuran amanahnya menjadi suami. Dan #Khadijah adalah teladan pertama bagi wanita untuk menawarkan diri. Sikap menawarkan diri menunjukan ketinggian akhlak dan kesungguhan untuk mensucikan diri. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah dan untuk mendapatkan pahala-Nya. Yakinlah Allah akan mencatatnya sebagai kemuliaan dan #mujahadah (perjuangan) suci. Tak peduli tawaran itu diterima atau ditolak, terutama kalau dia tidak memiliki wali. In shaa Allah, jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian kesopansantunan, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat. Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan mendalam pasti akan meninggikan penghormatan terhadap mujahadah saudaranya. Tidak akan merendahkan wanita yang menjaga kehormatan seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah dan tidak memiliki kehormatan, kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan.

#Sahabat fillah…
Seorang laki-laki in shaa Allah akan sangat merasa terhormat, setia dan menaruh kasih sayang mendalam jika ia menerima tawaran wanita shalihah untuk menikahi. Mudah-mudahan Allah menambahkan kemuliaan dalam keluarganya dan memberikan keturunan yang meninggikan derajat orang tua dihadapan Allah. Kalau terhalang untuk menerima tawaran, in shaa Allah pada diri laki-laki akan tumbuh rasa hormat segan dan respek terhadapapnya. Mudah-mudahan Allah mengumpulkan wanita-wanita seperti itu bersama Khadijah. Aamiin Allahumma Aamiin.

#Sahabat fillah…
Imam bukhari menceritakan ada seorang wanita datang menawarkan diri kepada Rasulullah:
Ya, Rasulullah! Apakah baginda membutuhkan daku?”. Putri Anas yang hadir dan mendengar itu mencela sebagai wanita yang tidak punya harga diri dan rasa malu, “Alangkah sedikit rasa malunya. Sungguh memalukan, sungguh memalukan“.
Anas berkata kepada putrinya: “Dia lebih baik dari mu. Dia senang kepada Rasulullah, lalu dia menawarkan dirinya untuk beliau!”

Hadaanallahu waiyyakum ajma’in
Wallahu’alam bishshawab…

Semoga bermanfaat …^_^
Salam santun ukhuwah …

* Rita Al-Khansa *

Sumber:
#ukhuwah-i.tripod.com
#Rita Al-Khansa (Editor)

Iklan

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s