~ INI ADALAH URUSAN HATI ~

Ini Adalah Urusan Hati

سْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Ini adalah urusan hati saudaraku…

Bagian dari tubuh kita yang teramat penting, sampai Rasul-pun mengingatkannya dengan sangat tegas “jika ia baik, maka baiklah anggota tubuh lainnya”.

Ini soal hati saudaraku…..

Hati yang padanya terdapat beribu fatwa atas laku kita, Hati yang padanya berisi berjuta kehendak yang membuat kita bergerak, Hati yang padanya berisi tentang niat-niat langkah kita dalam berbuat. Ini soal Hati saudaraku. Bukan yang lain. Hati yang menjadi penentu diterimanya amal kita, Hati yang menjadi alasan sudah sebaik mana kita dalam berlaku.

Ini adalah urusan Hati saudaraku…

Bagian terkecil dalam diri kita yang menjadi penentu atas segala sesuatu. Ketika ia baik, maka tenanglah jiwa ini, lapanglah hati ini. Ketika ia bersinar terang dalam tawadhu, maka jernihlah perkataan lisan ini, putihlah kata-kata yang tertulis di tiap baris hidup ini.

Ini soal Hati saudaraku…

Bukan yang lain. Hati-lah yang akan menjadi indikasi, engkau sedang dalam kondisi yang baik, atau justru sebaliknya. Ia bukan hanya tersandar dengan sikap-sikap kotor karena bergelimang maksiat, namun ketika kita merasa “besar” dengan amalan yang kita kerjakan-pun, adalah sebuah indikasi sejati, betapa kerdil dan kotornya diri ini.

Ini adalah urusan Hati saudaraku…

Sebuah titik terkecil yang tersemat erat di dalam raga setiap insan. Titik tolak dari sebuah ketundukan, sumber dari semua perubahan, bahkan mampu mengartikan atas semua fenomena-fenomena yang terjadi dalam diri seseorang.

Ini adalah soal Hati saudaraku…

Bukan yang lain. Ketika kau mulai merasa, amalan-amalan itu berkurang, ketika kau mulai merasa kerinduanmu pada-Nya tak lagi menggetarkan, atau bahkan ketika kau merasa sujud-sujud panjangmu tak lagi bisa menenangkan. Maka tengoklah hatimu, lihatlah ia. Sudahkah Allah bertahta, sudahkah ia bersih sejernih senja? Atau sudahkah ia kau basuh dalam harimu dengan dzikir-dzikir dalam kepasrahan kepada-Nya?

Ini adalah urusan hati Saudaraku…

Bagian terpenting yang akan memberi jawab bagi semua pertanyaan yang terjadi. Ketika dunia terasa sempit, ketika Allah bukan lagi tujuan kita, bahkan ketika ridha-Nya bukan lagi obsesi tertinggi kita. Dialah Hati yang mampu menjawabnya. Hati-lah yang mampu mendefenisikannya.

Ini adalah soal Hati saudaraku…

Bukan yang lain. Hentikanlah rasa “besar”mu di hadapan orang lain. Karena sungguh, menganggap dirimu berilmu adalah sebuah tanda bahwa engkau hanyalah debu. Hentikanlah sikap “tinggi”mu. Karena sungguh, mengira dirimu setingkat lebih maju adalah sebuah tanda bahwa engkau hanyalah angin yang menderu. Berlalu, lalu tak pernah berwujud.

Ini soal Hati Saudaraku…

Tak lagi menjadi tanya, hingga kenapa Rasul melarang kita untuk meletakkan Cinta selain kepada-Nya. Syariat tidak membolehkan kita untuk mengkehendaki sesuatu di luar Allah. Sebab amalan hati, adalah amalan yang sangat tak terasa, tetapi begitu mudah di bolak-balikkan oleh dunia, apalagi dengan bantuan setan durjana. Maka benarlah saudaraku. Kita dilarang untuk terlena dalam pujian, karena sungguh, justru ia kadang membuat lemah kerja-kerja hati kita agar selalu ada bersama-Nya. Maka benarlah saudaraku, kita tak boleh tersenyum ketika merasa telah beramal. Namun bersedih, jangan sampai senyuman kita karena bahagian itu, adalah awal dari sebuah celah untuk membuat setan datang menyapa.

Ini soal Hati saudaraku…

Bukan yang lain. Tengoklah ia, suburkanlah kekokohannya, semoga beningnya Hatimu, jernihnya niatmu, dan putihnya lakumu, terus bertahan sampai dunia meninggalkanmu.

Untuk hatiku dan juga hatimu, hati kita semua

Semoga bermanfaat….^_^
Salam santun ukhuwah….

Sumber:
# by Armadi Puli
# http://dakwatuna.com

Silahkan komentar disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s